Pemahaman Tentang Gereja

Mari memahami arti dan makna Gereja secara singkat.


Pemahaman tentang Gereja

Konsili Vatikan II menyadari bahwa: “Gereja adalah Umat Allah dalam Kristus yang dipersatukan oleh Roh Kudus. Umat Allah di dunia dipanggil untuk menjadi sakramen, yakni: dalam Kristus menjadi tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia. (LG 2). Demikian pula ditegaskan bahwa Otoritas “Gereja/Hierarki sebagai Pelayan” (LG 3).

Gereja adalah Umat Allah yang terbentuk atas dasar iman. Hal ini penting ditekankan di sini sebab keanggotaan kita sebagai umat Allah merupakan peristiwa iman. Oleh karena itu seluruh karya dan pelayanan Gereja dalam bentuk apapun harus bersumber dan sekaligus merupakan perwujudan IMAN itu sendiri.

Gereja adalah Sakramen Kristus. Kita dalam kebersamaan merupakan tanda kehadiran Kristus di tengah dunia: menjadi perantara Kristus dengan manusia dan juga perantara manusia dengan Bapa.

Gereja adalah organisasi atau institusi dengan struktur hierarki. Struktur hierarki ini merupakan kehendak Yesus ketika memberikan kepada Petrus dan para Rasul-Nya segala kuasa yang diperlukan untuk misi yang dipercayakan Kristus. Kuasa ini perlu untuk pelayanan.

Gereja adalah Persekutuan, Communio. Persekutuan atau persaudaraan orang-orang yang percaya kepada Allah Tritunggal. Jadi Gereja pertama-tama adalah persekutuan orang-orang karena imannya. Persekutuan umat beriman ini dipanggil dan diutus bersama-sama menggereja. Ada kesadaran akan kesa-maan fundamental dalam martabat bagi semua dan setiap anggota Umat Allah berdasarkan baptisan dan penguatan. Kesamaan martabat ini sekaligus berarti kebersamaan kegiatan yang merupakan segi dinamis dari kesamaan itu.


Profil penulis : Andreas Sugihartono, S.S. Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Blitar. Domisili Sidodadi Garum Blitar